Islam Strategi Bisnis Keuangan Marketing Pemasaran Motivasi Peluang Usaha

Featured Posts

 Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish” Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

Tips Manajemen Waktu yang EfektifTips Manajemen Waktu yang Efektif Tiap manusia di bumi ini diberi jatah waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tetapi mengapa dalam rentang waktu yang sama tersebut, ada orang yang sukses mencapai tujuan hidupnya ada juga yang tidak?. Mungkin...

Read more

Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

10 Tips PR yang Cepat dan Mudah ala Brad Sugar Sebuah strategi Public Relation (PR) yang baik adalah sebuah alternatif untuk iklan. PR cara yang efektif dari sisi biaya, untuk mendapatkan ekspos media bagi bisnis untuk: produk Anda, mendapatkan lebih...

Read more

Enam Tingkat Kondisi Keuangan Anda Mungkin sudah banyak yang mendengar istilah Financial Freedom atau Bebas Finansial. Istilah ini terdengar menggiurkan dan menjadi impian orang tanpa mengetahui maknanya. Tentunya untuk mencapai level finansial...

Read more

Tabligh: Kemampuan Komunikasi yang Memadai (Characterpreneur part-6)

Posted by Rhanu | Posted in Inspirasi, Islam | Posted on 25-01-2012

0

Komunikasi memiliki hubungan yang erat sekali dengan kepemimpinan, bahkan dapat dikatakan bahwa tiada kepemimpinan tanpa komunikasi. Kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin memiliki pengikut guna merealisir gagasannya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Inilah hakekatnya dari suatu manajemen dalam organisasi.

Muhammad Saw. dikenal sebagai komunikator ulung. Beliau berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti sesuai kadar intelektualitas dan lingkup pengalaman orang yang dihadapinya. Dalam teori komunikasi itu disebut sebagai frame of reference (kerangka dasar ilmu pengetahuan) dan field of experience (lingkup pengalaman). Jauh sebelumnya, yakni berabad yang lalu, Muhammad Saw. sudah menganjurkan kepada para sahabat tentang pentingnya kedua faktor itu dalam menjalin komunikasi yang efektif.

Sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari mengungkapkan Muhammad Saw. bersabda “Ajaklah mereka berbicara sesuai dengan apa yang mereka ketahui”, inilah yang disebut field of experience. Sedangkan pada sebuah hadis lain yang diriwayatkan Ad-Dailami, Muhammad Saw. bersabda “Aku diperintahkan untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan kadar kemampuan berfikir mereka”, inilah yang diistilahkan field of reference.

Untuk menghindari terjadinya distorsi atau salah pengertian yang merupakan hambatan komunikasi, Muhammad Saw. selalu berbicara dengan tenang dan jelas. Istri beliau, Aisyah, menceritakan, “Rasulullah tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.”(HR.Abu Daud)

Dalam kesempatan lain Aiysah juga berkata, “Tutur kata Rasulullah sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.”(HR.Abu Daud) Bahkan Muhammad Saw sering melakukan penegasan dengan menaikkan nada (affirmation) dan pengulangan (repetition) agar ucapannya dapat dimengerti dengan baik. Sebagaimana diriwayatkan, Anas bin Malik mengatakan: “Rasulullah sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami.”(HR.Bukhari)

Sebagai seorang komunikator, Muhammad Saw terbukti memiliki dua faktor penting yang harus ada pada komunikator yakni kepercayaan audiens/lawan bicara kepada komunikator (source credibility) dan daya tarik komunikator (source attraction). Dalam komunikasi, beliau tidak hanya mengandalkan bahasa verbal, tetapi juga melalui bahasa tubuh (body language), bahasa imajerial, bahasa isyarat dan berbagai bahasa non-verbal lainnya.

Hasan bin Ali meriwayatkan secara lengkap betapa menarik dan santunnya Muhammad Saw. dalam berinteraksi antar sesama. Hasan bin Ali berkata “Saya pernah bertanya kepada pamanku, Hindun Ibn Abi Halah, yang sangat pandai menggambarkan sesuatu. Saya katakan kepadanya, ‘Gambarkanlah kepadaku bagaimana cara Rasulullah berbicara!?’ Ia berkata, ‘Rasulullah adalah seorang yang tampak selalu prihatin dan senantiasa berpikir. Beliau lebih banyak diam, dan berbicara seperlunya. Beliau memulai dan mengakhiri pembicaraannya dengan menyebut nama Allah. Ucapan beliau selalu padat, detail, dan jelas, tidak lebih dan tidak kurang, tidak kasar serta tidak merendahkan. Beliau selalu mensyukuri nikmat walaupun sedikit dan sama sekali tidak pernah mencelanya. Beliau tidak mencela dan memuji makanan. Urusan dunia beserta isinya tidak pernah membuat beliau marah. Jika kebenaran dilanggar, beliau tidak akan diam hingga kebenaran itu ditegakkan. Beliau juga tidak pernah marah dan tidak pula memperjuangkan kepentingan pribadi. Ketika menunjuk sesuatu, beliau selalu menggunakan seluruh telapak tangannya. Dalam keadaan takjub atau terkejut, beliau selalu membalik (telapak tangan). Ketika berbicara, beliau terbiasa menggunakan tangan untuk memperjelas perkataan dengan cara memukul-mukulkan telapak tangan kanan ke telapak jempol kiri. Ketika marah, beliau berbalik dan berpaling. Ketika senang, beliau menundukkan pandangan. Tawa beliau adalah senyuman, dan gigi beliau tampak seperti butiran salju.”(HR.Tirmidzi)

Related posts:

  1. Shiddiq: Memiliki Integritas yang Tinggi (Characterpreneur part-3)
  2. Karakter Unggul Pengusaha Sukses (Characterpreneur part-2)
  3. Fathonah: Memiliki Kompentensi di Bidangnya (Characterpreneur part-5)
  4. Karakter Unggul Pengusaha Sukses (Characterpreneur part-1)

Write a comment