Islam Strategi Bisnis Keuangan Marketing Pemasaran Motivasi Peluang Usaha

Featured Posts

 Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish” Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

Tips Manajemen Waktu yang EfektifTips Manajemen Waktu yang Efektif Tiap manusia di bumi ini diberi jatah waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tetapi mengapa dalam rentang waktu yang sama tersebut, ada orang yang sukses mencapai tujuan hidupnya ada juga yang tidak?. Mungkin...

Read more

Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

10 Tips PR yang Cepat dan Mudah ala Brad Sugar Sebuah strategi Public Relation (PR) yang baik adalah sebuah alternatif untuk iklan. PR cara yang efektif dari sisi biaya, untuk mendapatkan ekspos media bagi bisnis untuk: produk Anda, mendapatkan lebih...

Read more

Enam Tingkat Kondisi Keuangan Anda Mungkin sudah banyak yang mendengar istilah Financial Freedom atau Bebas Finansial. Istilah ini terdengar menggiurkan dan menjadi impian orang tanpa mengetahui maknanya. Tentunya untuk mencapai level finansial...

Read more

Fathonah: Memiliki Kompentensi di Bidangnya (Characterpreneur part-5)

Posted by Rhanu | Posted in Inspirasi, Islam | Posted on 25-01-2012

0

Muhammad Saw. telah merintis karir dagangnya sejak berumur 12 tahun, tatkala pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam (saat ini meliputi: Syria, Jordan, dan Lebanon). Demikian juga sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh besar bersama pamannya, beliau telah ditempa untuk tumbuh sebagai seorang wirausahawan yang mendiri. Pada usia 17 tahun, Muhammad Saw. sudah memulai usaha sendiri. Pekerjaan ini terus ditekuni sampai menjelang beliau menerima wahyu pada usia sekitar 37 tahun. Dengan demikian Muhammad Saw. telah berprofesi sebagai pedagang selama kurang lebih 25 tahun.

Dalam karir bisnisnya Muhammad Saw tercatat sudah sering terlibat dalam perjalanan bisnis ke berbagai negeri seperti Yaman, Syria, Busra, Iraq, Yordania, Oman, Bahrain, dan kota-kota dagang di Jazirah Arab lainnya. Pengalaman bisnis lintas negara yang tidak singkat ini membentuk kompentensi Muhammad Saw. dalam berdagang.

Untuk lebih detailnya mencermati visi dan strategi bisnis Muhammad Saw. ada baiknya kita kaji dengan seksama pasar-pasar regional yang sering kali dikunjungi Rasul dari bulan ke bulan dalam siklus pameran dagang regional dan global saat itu.

Tampak jelas bahwa Muhammad Saw. adalah pemain bisnis yang tangguh yang senantiasa siap dengan pasar pasar regional yang harus dikunjungi. Beliau menjemput bola, mencari produk terkini, mencermati consumer behavior masyarakat tiap daerah, dan mencari mitra strategis diberbagai kawasan dagang dan industri.

Perjalanan dagang ini juga meningkatkan jaringan relasi bisnis dan wawasan Muhammad Saw. Dalam satu riwayat Imam Ahmad diceritakan bahwa beliau pernah menerima utusan salah satu kabilah dari Bahrain. Lalu Muhammad Saw. pemimpin kabilah tersebut yang bernama Al-Ashajj. Beliau menanyakan kepada Al-Ashajj berbagai hal dan orang-orang terkemukan serta kota-kota perdagangan di Bahrain seperti kota Safa, Mushaqqar, dan Hijar.

Pemimpin kabilah tersebut sangat terkejut atas luasnya wawasan geografis dan sentra-sentra komersial Muhammad Saw. Al-Ashajj kemudian berkata, “Sungguh, Anda lebih tahu tentang negeri saya daripada saya sendiri. Anda juga banyak mengenal kota-kota di negeri saya daripada yang saya ketahui.” Muhammad Saw menjawab, “Saya telah mendapat kesempatann untuk menjelajahi negeri Anda dan saya telah diperlakukan dengan baik.”

Related posts:

  1. Shiddiq: Memiliki Integritas yang Tinggi (Characterpreneur part-3)
  2. Tabligh: Kemampuan Komunikasi yang Memadai (Characterpreneur part-6)
  3. Amanah: Menjaga Kredibilitas (Characterpreneur part-4)
  4. Karakter Unggul Pengusaha Sukses (Characterpreneur part-2)

Write a comment