Islam Strategi Bisnis Keuangan Marketing Pemasaran Motivasi Peluang Usaha

Featured Posts

 Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish” Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

Tips Manajemen Waktu yang EfektifTips Manajemen Waktu yang Efektif Tiap manusia di bumi ini diberi jatah waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tetapi mengapa dalam rentang waktu yang sama tersebut, ada orang yang sukses mencapai tujuan hidupnya ada juga yang tidak?. Mungkin...

Read more

Pidato Steve Jobs: “Stay Hungry. Stay Foolish”... Iseng-iseng browsing internet dapet skrip Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University. Isinya ialah menyangkut kehidupan pribadinya hingga ia mencapai keberhasilan sampai saat ini khususnya atas...

Read more

10 Tips PR yang Cepat dan Mudah ala Brad Sugar Sebuah strategi Public Relation (PR) yang baik adalah sebuah alternatif untuk iklan. PR cara yang efektif dari sisi biaya, untuk mendapatkan ekspos media bagi bisnis untuk: produk Anda, mendapatkan lebih...

Read more

Enam Tingkat Kondisi Keuangan Anda Mungkin sudah banyak yang mendengar istilah Financial Freedom atau Bebas Finansial. Istilah ini terdengar menggiurkan dan menjadi impian orang tanpa mengetahui maknanya. Tentunya untuk mencapai level finansial...

Read more

Bank Syariah Memang Menguntungkan

Posted by Rhanu | Posted in Keuangan | Posted on 05-08-2009

7

Memang wajar kalau manusia condong untuk selalu mencari keuntungan. Sifat dasar manusia yang suka mendapat kenikmatan melandasi hal ini. Ini fitrah manusia. Lantas atas alasan ini pulalah terkadang ada orang enggan untuk menjadi nasabah Bank Syariah. “Ah… gak untung nabung disini!!” atau “Produknya paling gitu-gitu aja kan?!”, begitulah mungkin pendapat beberapa orang mengenai Bank Syariah. Apakah benar demikian?.

Salah satu produk perbankan yang paling banyak diminati masyarakat ialah tabungan/simpanan. Motivasinya beragam, ada yang untuk keamanan, kebutuhan transaksi, ataupun untuk mendapatkan keuntungan dari jumlah uang yang disimpannya. Dari sinilah orang mulai membandingkan antara bunga yang diberikan bank konvensional dengan bagi hasil yang diberikan Bank Syariah.

Tahukah Anda? Biasanya bank yang menjanjikan bunga yang tinggi itu lebih berisiko karena menunjukkan bank itu kurang likuiditas. Bank berusaha menarik dana dari nasabah untuk menambah jumlah kas dengan iming-iming bunga yang tinggi. Disamping itu ada prinsip ketidakadilan bagi kedua belah pihak antara bank dan nasabah dalam perbankan konvensional. Ketika pendapatan bank menurun, bank tetap terbebani untuk membayar bunga nasabah yang sudah dijanjikan. Sementara itu jika pendapatan bank meningkat, nasabah tetap mendapatkan hasil segitu-gitu aja. Oleh karena itu dengan prinsip bagihasil pada tabungan Bank Syariah, nasabah memiliki kesempatan untuk mendapatkan bagi hasil lebih tinggi pada tabungannya ketika pendapatan bank juga meningkat.Dengan demikian nasabah diperlakukan fair oleh bank.

Produk perbankan lain yang tidak kalah populer adalah deposito. Hampir sama dengan tabungan tetapi produk ini tidak bisa diuangkan sampai jangka waktu tertentu. Oleh karena itu produk ini memberikan hasil yang lebih besar daripada tabungan. Dalam Bank Syariah produk ini berdasarkan prinsip bagi hasil. Yup! Sama seperti tabungan, deposito di Bank Syariah lebih memberikan keadilan bagi kedua belah pihak, seperti yang sudah saya paparkan diatas.

Disamping itu kalau anda jeli, deposito ini dapat memberikan hasil yang bersaing dari pada deposito bank umum konvensional. Menurut data terakhir yang dilansir Bank Indonesia (Juni, 2009) tingkat ekuivalen bagi hasil deposito mencapai 12,68% untuk jangka waktu 12 bulan. Coba anda tanya-tanya ke BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) terdekat di lingkungan anda, berapa tingkat ekuivalen bagi hasil depositonya pada bulan-bulan terakhir. Beberapa deposito yang saya temui dapat memberikan ekuvalensi bagi hasil rata-rata 12% atau sekitar 1% per bulan (hasil ini berubah-ubah tiap bulannya, kadang naik kadang turun, tergantung pendapatan bank).

Ada satu lagi produk investasi di Bank Syariah yang lebih lanjut, yaitu sukuk ritel (obligasi syariah ritel). Memang ini bukan produk yang langsung dikelola bank, tetapi Bank Syariah bertindak sebagai agen penjual. Apa itu sukuk ritel? Ini merupakan surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur oleh negara. Sukuk Ritel yang terakhir diterbitkan bernama RS001. Produk ini dijual 1 juta rupiah per unit dengan minimum pembelian sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya serta tidak ada batas maksimum pembelian. Sukuk RS001 berdasarkan akad ijarah (ijarah) dengan biaya sewa yang dibayarkan kepada investor sebanyak 12% per tahun. Oleh karena itu investasi di sukuk ini menghasilkan pendapatan yang tetap bagi investor.

Selain itu ada juga Bank Syariah yang mengeluarkan obligasi syariah. Obligasi ini merupakan surat berharga jangka panjang berdasar prinsip syariah yang mewajibkan Emiten (Bank Syariah) untuk membayar pendapatan bagi hasil/kupon dan membayar kembali untuk mengembalikan Dana Obligasi Syariah pada saat jatuh tempo kepada investor. Skemanya berbeda-beda. Salah satunya memiliki jangka waktu 5 tahun dengan pemberian nisbah setiap 3 bulan dan berdasarkan akad mudharabah. Jumlah minimal yang dapat diperjualbelikan pun masih terjangkau yaitu sebesar Rp10 juta. Dengan membeli obligasi syariah ini investor dapat memperoleh bagi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan simpanan dana pihak ketiga lainnya termasuk tabungan dan deposito.

Itulah segelintir tentang instumen-instrumen investasi yang ada di Bank Syariah. Pada dasarnya semua produk di Bank Syariah dilandasi dengan akad-akad yang sesuai dengan prinsip islam dan menguntungkan. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan munculnya inovasi produk-produk perbankan syariah yang dapat memberikan manfaat lebih besar. Dan tentunya produk-produk di Bank Syariah memastikan adanya prinsip keadilan bagi setiap pihak. Selamat menuai keuntungan penuh berkah di Bank Syariah!

Related posts:

  1. Bank Syariah : Cinta Pertama dan Terakhir
  2. Gaet Nasabah Bank Syariah dengan Strategi Jaring Ikan
  3. Tantangan dalam Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia
  4. Awas Rentenir!! Gadai Emas Syariah Aja…!

Comments (7)

Bank Syariah Memang Menguntungkan…

Memang wajar kalau manusia condong untuk selalu mencari keuntungan. Sifat dasar manusia yang suka mendapat kenikmatan melandasi hal ini. Ini fitrah manusia. Lantas atas alasan ini pulalah terkadang ada orang enggan untuk menjadi nasabah Bank Syariah. ….

Setuju … saya juga hanya mempunya 2 tabungan dari Bank Syariah, apalagi ada satu Bank Syariah yang sudah mempunyai sistem handal, gak kalah dari Bank *CA atau Bank ma*dir*, jadi apalagi yang ditunggu, ayo kita majukan perbankan yang memberikan ketenangan pihak Bank dan Pihak nasabah.

syariah hanya embel-embel aja..kenyataanya tetap sama menarik untung.mana ada bagi hasil kok banknya mau rugi..goblok namanya..jadi kita hanya dikibuli oleh kaum kapitalis dengan berkedok agama dan embel-embel islam..waspada

Betul! Bank Syariah juga meruapakan lembaga bisnis yang bertujuan menghasilkan profit berdasarkan prinsip Islam.
Bagi hasil merupakan sistem syariah yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak (bank & nasabah). Besar bagihasil sesuai dengan kinerja bank dalam menghasilkan pendapatannya.

[...] Financial Security Dimana kita mempunyai investasi yang cukup banyak yang kita investasikan ke investasi yang aman (misalnya: deposito) dimana hasilnya dapat mencukupi kebutuhan dibawah ini tanpa harus bekerja lagi [...]

[...] Bank Syariah Memang Menguntungkan [...]

Menurut saya,

Bank Syariah lebih beresiko untuk di “rush” oleh nasabah, ketika bunga bank konvensional dalam keadaan tinggi, maka bagi nasabah syariah akan berpindah ke konvensional, dan bank syariah akan kesulitan likuiditas.

sedangkan bank konvensional tidak berpengaruh, karena tetap bisa menarik deposan, namun mengalami efek negatif karena para kreditor akan tidak .
mampu membayar kreditnya.

dalam jangka panjang bank syariah akan stabil, dengan catatan tingkat ketaatan nasabah menuju kefalahan, artinya tidak terpengaruh oleh bunga tinggi konvensional meskipun lebih menguntungkan karena menganggap itu riba. nasabah tetap loyal kepada bank syariah… maka secara perekonomian bank syariah stabil

Write a comment