Amanah: Menjaga Kredibilitas (Characterpreneur part-4)
Posted by Rhanu | Posted in Inspirasi, Islam | Posted on 25-01-2012
0
Sebagai pedagang, Muhammad Saw. dikenal sebagai pemuda yang jujur dan teguh memegang janji. Jika ada orang yang hendak menitipkan uang, maka yang dicari adalah Muhammad Saw. Ia sering mengorbankan kepentingan sendiri hanya untuk menepati janji. Suatu hari ia pernah menjual beberapa ekor unta. Setelah terjual dan pembelinya pergi, ia teringat bahwa ada di antara unta yang ia jual itu yang cacat. Ia segera menyusul pembeli tersebut dan mengembalikan uangnya. Oleh karena itu, tidak heran jika semua penulis sejarah mengatakan bahwa pemuda ini mendapat gelar Al-Amin, orang yang sangat terpecaya, dari penduduk Makkah.
Uang bukanlah modal utama dan segala-galanya dalam berbisnis. Modal utama dalam bisnis adalah kepercayaan. Dengan gelar Al-Amin, Muhammad Saw. bisa menjalankan bisnis tanpa modal uang sedikitpun. Kala itu banyak investor yang ingin bekerjasama dengan Muhammad Saw karena kejujurannya, terlebih lagi karena dagangannya akan laku dibeli orang disebabkan integritasnya untuk tidak akan merugikan pelanggan.
Mendapatkan kredibilitas dalam bisnis tidaklah mudah, kita harus jujur, walk the talk, tidak menipu, dan memegang teguh kepercayaan orang. Pengusaha yang memegang teguh prinsip kejujuran tidak hanya mendapat kepercayaan dari pelanggan melainkan juga akan mendapatkan keberkahan dalam bisnisnya. Sebagaimana yang disabdakan Muhammad Saw, “Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih selama keduanya belum berpisah, bila keduanya berlaku jujur dan menjelaskannya, maka mereka akan diberkahi penjulannya, dan bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan dihapuskan keberkahan penjualannya.”(HR. Bukhari & Muslim)
Dengan terjaganya kredibilitas berarti kita juga ikut menjaga nama baik reputasi kita di muka publik. Sebuah riwayat menceritakan bahwa Rabi bin Badr pernah melakukan kerjasama dagang dengan Muhammad Saw. Ketika belakangan mereka bertemu lagi, Muhammad Saw. berkata, “Apakah engkau mengenalku?” Ia menjawab, “Kau pernah menjadi mitraku dan mitra yang paling baik pula. Engkau tidak pernah menipuku dan tidak berselisih denganku.”
Related posts:





